Pengen duit? disini aja

numenmail.com

16 April, 2008

Kibor Musikal


Dari Alat Pukul ke Alat Elektrik

Jakarta - Kibor ini khas dari Barat. Alat musik kibor mendapatkan suaranya dari manipulasi kunci-kunci, ada yang ditekan, ada juga yang dipijak. Susunan kibor mengikuti logika dari kiri nada-nada rendah ke kanan nada-nada tinggi. Susunan kiri kanan untuk bass ke treble ini berlaku untuk segala jenis kibor yang umumnya adalah piano, organ, harpsiscord dan clavichord.


Para pemusik sendiri lebih suka untuk mengelompokkan kibor ini dalam caranya menghasilkan suara. Ada chordophone di mana dawai-dawai diketuk hingga bergetar dan menimbulkan suara. Ini masuk dalam kelompok piano. Kemudian aerophone di mana tabung-tabung dilewati udara yang getarannya menghasilkan suara. Di dalamnya adalah kelompok organ. Terakhir adalah electrophone di mana gelombang listrik digetarkan untuk menghasilkan suara. Instrumen piano elektrik, organ elektrik merupakan contoh.
Kelompok terakhir ini berkembang sangat pesat pada akhir abad ke-20. Instrumen electrophone ini sekarang bisa menghasilkan semua kualitas suara saudara tuanya. Mulai dari piano hingga organ bisa dihasilkan oleh kibor elektronik yang disebut synthesizer.

Sejarah
Instrumen kibor ini sudah ada sejak zaman kuno. Tidak jelas awalnya yang tepat. Dalam tangga nada Barat yang disebut diatonis, tonal terbagi dalam 12 nada. Ada nada penuh dan ada nada semi-tone. Pada instrumen kibor kedua kelompok nada ini biasa dibedakan dengan kunci berwarna terang dan untuk semi-tone. Susunan deret kunci yang chromatic (mencakup 12 nada) muncul di Eropa pada abad ke-14.
Pada awal kemunculannya bilah-bilah masih dalam ukuran sangat lebar. Satu bilah bisa beberapa sentimeter lebarnya hingga tidak banyak nada harmoni bisa dihasilkan. Baru pada abad ke-16, 200 tahun lamanya, muncul pembakuan lebar bilah. Satu oktaf sebanyak 12 bilah dibuat totalnya selebar 16,5 sentimeter. Ini artinya nada diatonik bisa dicakup dalam lebar satu tangan hingga musik harmonik bisa dihasilkan. Pada perkembangan ini juga inovasi kunci putih dan hitam diciptakan.
Pada abad 15 diciptakan instrumen musik berdawai dengan dibunyikan melalui petikan, munculah harpsichord. Harpsichord ini terus berkembang pada abad ke-17 dan ke-18. Suatu teknik membunyikan dawai kembali dikembangkan dengan alat pukul kecil yang bekerja. Akibatnya pukulan pada bilah kunci bisa dilakukan pelan dan keras. Pelan dalam bahasa Italia adalah piano dan keras adalah forte. Instrumen inovasi baru itu sangat populer karena volume nada bisa diatur dengan keras lemahnya memanipulasi papan kunci. Nama alat itu pun menjadi pianoforte. Lama kelamaan diringkas menjadi piano.
Instrumen kibor ini yang memungkinkan berkembangnya musik barat dengan spektrum harmoni yang bisa dikatakan tidak tertandingi oleh aliran musik lain di bumi ini. Komposisi orkes simponi berasal dari kemampuan piano menghasilkan nada-nada harmonik.
Kibor elektronik baru muncul pada abad ke-20. Dipasarkan pertama kali oleh Laurens Hammond di Amerika Serikat 1935. Sejak itu mulai berkembang instrumen yang sekarang ini menjadi rajanya alat musik. Suara orkes simponi pun dengan puluhan instrumen bisa dihasilkan oleh satu kibor saja.

Era Synthesizer
Munculnya transistor silikon dengan harga yang murah dan kualitas atas memudahkan upaya para insinyur untuk mengembangkan instrumen musik penghasil suara. Alat yang ringkas dan dapat menghasilkan suara konvensional seperti suara akustik sebagaimana yang dihasilkan dawai, gendang, atau alat tiup, maupun suara yang tidak lazim seperti suara atonal semacam derit antar logam. Pada tahun 1962 seorang insinyur Italia Paolo Ketoff mengeluarkan instrumen yang disebut Synket. Alat ini menghasilkan musik eksperimental yang bagi pendengar awam tidak musikal.
Dua tahun kemudian di Amerika muncul alat musik yang diciptakan Donald Buchla dan satunya oleh Robert Moog. Alat Donald Buchla tidak menggunakan kibor sebagai perangkat memainkannya melainkan dengan permukaan yang sensitif terhadap sentuhan. Robert Moog membuat alat yang menggunakan kibor sebagai perangkat pengolahnya. Di sisinya pun dipasang alat pengontrol yang konvensional seperti tombol putar untuk mengeraskan dan memelainkan suara, maupun untuk mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Ciptaan Robert Moog ini lebih memudahkan penggunaannya untuk mengalunkan musik tradisional dalam tatanan suara baru. Karya-karya Johan Sebastian Bach bisa dimainkan dengan Mini Moog, begitu alatnya disebut.
Ketika itu alat ini belum bisa memainkan nada harmonik. Hanya satu-satu nada bisa dimainkan, hingga instrumen ini populer sebagai pembawa melodi pada musik pop. Musik rock termasuk yang pertama mengadopsi alat ini dalam genre progresive rock pada band seperti Yes, Genesis, Emerson Lake and Palmer.

Era Digital
Baru pada tahun 1980 synthesizer dapat mengeluarkan suara harmonik. Peralatan pertama yang terkenal adalah Yamaha DX-7 yang keluar 1983. Peralatan ini menggunakan pengembangan synthesizer dari zaman Robert Moog dengan Frequenty Modulation Synthesis yang dirancang oleh John Chowning dari Stanford University di Palo Alto, California. FM menghasilkan variasi timbre dengan cara mengubah frekuensi suatu gelombang dengan amplitudo gelombang lain yang proposional. Yamaha DX-7 memiliki kibor lima oktaf. Lebih dari 100.000 perangkat ini dijual Yamaha.
Kemudian pada tahun berikutnya Casio mengeluarkan CZ-101 yang menggunakan baterai untuk tenaganya. Memiliki empat suara dan mengikuti kemampuan synthesizer analog. Harga jual CZ-101 ini hanya seperempat dari harga Yamaha DX-7 hingga popularitas kibor elektronik menjadi sangat meningkat.
Suara-suara bisa direkam. Hasil rekaman ini berupa gelombang nada yang diterjemahkan sebagai data digital. Data digital ini bisa diolah dan dibunyikan ulang dengan kontrol musikal. Ini yang disebut sampling instrument. Sampling ini telah menjadi bagian yang umum dalam instrumen kibor elektronik.
Sampling pertama dikeluarkan pada tahun 1970 oleh Fairlight Computer Musical Instrumen (CMI) di Sydney, Australia. Fairlight CMI adalah perangkat komputer umum dengan tambahan perangkat yang dapat merekam dan mengubahnya jadi data digital (digitize), kemudian menyimpan dan memainkan ulang pada instrumen kibor.
Kemampuan simpan dan memainkan ulang ini dikembangkan oleh Raymond Kurzweil pada tahun 1984 melalui perangkat yang disebut Kurzweil 250.
Pada kibornya itu terdapat kode-kode digital dari suara grand piano, alat musik gesek (string), dan banyak lagi timbre alat musik orkestra. Alat ini selain ditujukan untuk penggunaan pertunjukan juga ditujukan untuk membuat komposisi. Kibor yang berkembang dengan kemampuan synthesizer polifoni dan sampling disebut workstation musikal.
Pada tahun 1983 beberapa manufaktur instrumen musik bersepakat untuk tata cara menggabungkan berbagai peralatan musik agar bisa bekerja dalam suatu perangkat komputer.
Hasilnya adalah Musical Instrument Digital Interface atau MIDI. MIDI menjadi cara untuk memerintahkan nada apa yang dimainkan dalam timbre apa, nuansa apa, dan seterusnya. Dengan perangkat komputer dan program yang sesuai maka dapat dilakukan seperti apa yang bisa dikerjakan pada workstation musikal yang canggih.
Sekarang ini dunia pertunjukan musik selalu menyertakan instrumen ringkas kibor elektronik seperti ini.

14 April, 2008

KONSER MUSISI INDONESIA DI MALAYSIA

Click for larger version
Beberapa insan musik asal Indonesia : left-right : Ari Lasso, Audy, Ratu, dan Once.


Berikut ini adalah liputan dari konser beberapa band papan atas Indonesia yang diselenggarakan di Malaysia. Event ini digelar pada tanggal 15 April 2006 di Kuala Lumpur. Sebanyak 9 artis yang terdiri dari ADA Band, Ungu, Cokelat, Gigi, Padi, Ari Lasso, Dewa 19, Audy, dan Ratu, tampil pada hari itu.


Koresponden Gitaris.com di Malaysia, Alliyah memberikan laporannya :
(Beberapa kalimat yang menggunakan bahasa Malaysia mengalami proses translasi kedalam bahasa Indonesia -red-)




Foto oleh Alliyah Konser dimulai sekitar jam 15.45 agak telat dari yang dijadwalkan mulai pukul 15.00 di Stadion Merdeka Kuala Lumpur. Acara tersebut didukung oleh Hotlink & Fatboy Records.
Lebih dari 15.000 penonton hadir memenuhi arena. Ada Band menampilkan 8 buah lagu diantaranya Masih, Manja, Manusia Bodoh dan beberapa lagu dari album baru mereka "Romantic Rhapsody".

Kemudian Ungu hadir setelah Ada Band. Performa vokalis mereka Pasya tampil baik dan kelihatan sangat akrab dengan penonton. Mereka membawakan lagu hits yang sedang populer, Demi Waktu dan beberapa lagu lain dari album "Melayang". Band yang dihuni oleh Onci (salah satu pengisi di album Gitar Klinik 2) ini tampil baik.

Berikutnya ada Cokelat yang juga ikut meramaikan suasana. Seperti biasanya, duet gitaris kakak-adik, Edwin dan Ernest tampil berdua dalam menyampaikan beberapa lagu diantaranya Bendera, Luka Lama, Karma, Jauh & Terlalu Indah. Sewaktu menyanyikan lagu Bendera terlihat penonton ikut nyanyi bersama dan ada juga yang membawa bendera Indonesia untuk dikibarkan!



Foto oleh Alliyah Penampilan Padi dimulai sekitar jam 14.20 petang. Hujan mulai turun rintik-rintik. Mereka membawakan lagu diantaranya Sobat, Menanti Sebuah Jawaban, Mahadewi, Prolog dan Kasih Tak Sampai yang dibawakan duet bersama Rossa. Namun, baru sesaat setelah menyanyikan lagu Kasih Tak Sampai, hujan turun dengan derasnya sehingga membuat sebagian penonton berhamburan mencari tempat teduh. Namun ada juga penonton yang masih bertahan di bagian depan panggung.

Tampil kemudian adalah salah satu band papan atas tanah air yang diperkuat oleh Dewa Budjana, seorang gitaris yang beberapa hari lagi akan menggelar konser Final Trisum di Jakarta. Gigi benar-benar tampil 'booming'! Armand ternyata pintar conquer pentas.. sempat juga bercanda dan menyanyi bersama penonton. Hendy selaku drummer turut memberi persembahan yang bagus banget. Beberapa lagu yang disampaikan antara lain Perdamaian, Kepastian Yang Ku Tunggu, Bisa Saja, Andai dan Terbang.


Foto oleh Alliyah Selepas Gigi, penonton menantikan persembahan Dewa 19 yang terdiri dari Once, Dhani, Andra, Yuke, dan Tyo. Penampilan dari grup ini merupakan yang paling menarik dan seru karena Dewa 19 tampil berkolaborasi bersama Ari Lasso, Audy, & Ratu. Durasi pertunjukan mereka juga lebih lama dari band-band lain karena membawakan lebih dari 8 buah lagu. Tata cahaya dan sound-nya juga lebih bagus dibandingkan dengan band-band yang tampil sebelumnya. (Alliyah's note=Ini namanya tidak adil!!hehe).

Ratu mempersembahkan lagu Aku Baik-baik Saja dan Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu. Sewaktu konser berlangsung sempat terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan seperti keributan antara penonton dengan anggota RELA (pasukan yang menjaga keamanan konser). Bahkan sempat ada yang melempar botol. Tyo terpaksa ditukar untuk sementara karena mengalami cedera pada kaki. Ia digantikan sementara oleh additional player.

Acara konser ditutup dengan persembahan terakhir Dewa 19 dengan mempersembahkan lagu Laskar Cinta. Konser ini bisa dibilang sebagai konser yang sukses di Malaysia!
Lastly "I LUV PIYU" karena dia keren~!haha!

SEJARAH GITAR

Artikel ini akan bercerita tentang sejarah yang diketahui tentang instrumen gitar sebelum tahun 1650. Disebut yang diketahui karena banyak evolusi tentang instrumen ini tidak diketahui tetapi hanya diambil dari gambar-gambar, pahatan dan lain-lainnya.

Alat musik Lute dari Eropa akan menjadi awalnya. Alat musik ini dikembangkan dari alat musik Arab yang bernama Oud dan memiliki antara 12 sampai 24 senar dimana alat musik ini dimainkan dengan memetik sepasang senar untuk 1 nada (seperti Anda memainkan gitar 12-senar). Senarnya dibuat dari catgut (sheep intestine) dan fretnya dibuat dari catgut yang diikat di seputar fingerboard/neck dengan beberapa fret dari kayu atau gading yang dilekatkan pada ujung atas soundboardnya. Fret dan soundboard memiliki ketinggian yang sama, berbeda dengan fret gitar jaman modern yang pada umumya lebih tinggi dari soundboardnya dan banyak inlay nya yang merupakan ornamen-ornamen. Bentuk instrumen ini menyerupai buah pir dan dibulatkan belakangnya seperti setengah bentuk buah melon. Bridge nya tidak memiliki saddle dan tuning head nya mirip dengan biola.

Theorbo merupakan variasi dari lute dengan beberapa extra senar. Perbedaannya dengan lute adalah bahwa Theorbo memiliki senar extra seperti tersebut diatas dan tuning head yang sejajar dengan necknya, dimana tuning head untuk lute mirip dengan biola. Nada-nadanya mencakup nada bass-bariton.

Arch lute merupakan instrumen yang mirip dengan lute tetapi Arch lute lebih condong ke arah melodi daripada lute.

Lute biasa distem dengan nada-nada tinggi. Jika gitar jaman sekarang distem di E, lute distem di A yang merupakan dua setengah nada lebih tinggi daripada E.

Lute bisa distem dan dimainkan sama dengan gitar (finger picking atau pick). Ini dinamakan new tuning. Bisa juga pasangan senar yang ketiga dari lute distem turun setengah nada dari new tuning. Steman untuk lute juga tidak distandardisasi sebelum pertengahan tahun 1700an. Para pemain bisa menyetemnya sesuai dengan kemauan mereka. Jadi tidak harus distem di A.

Lute sendiri bukan merupakan nenek moyang langsung dari gitar, tetapi merupakan satu dari pendahulunya. Yang penting disini adalah bahwa lute memberikan kontribusi besar kepada perkembangan gitar sampai kepada bentuknya yang sekarang ini. Dan di Spanyol, dimana gitar benar-benar dikembangkan, lute sering disamakan dengan moor yang menyebabkan lute tidak begitu populer.

Instrumen lain yang tidak kalah kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.

Guitarra Moresca merupakan instrumen dengan 4 pasang senar dengan bentuk oval menyerupai telur dan fretboardnya dilapisi dengan kulit seperti pada banjo. Popularitas instrumen ini adalah pada abad ke-13.

Guitarra Latina juga merupakan instrumen dengan 3 atau 4 pasang senar dengan bentuk body yang kecil menyerupai ukulele bariton dan gitar parlor. Instrumen ini cukup populer di abad ke-13. Fretboard nya dibuat dari kayu tetapi sisanya menyerupai Guitarra Moresca.

Guittern merupakan instrumen dengan 5 pasang senar dan dimainkan dengan fingerpicking atau pick. Bentuknya bervariasi tetapi yang paling umum adalah seperti bentuk biola dan mempunyai bridge dan tailpiece yang bisa digerakkan untuk mengencangkan senar, walaupun kadangkala senar dikencangkan di bridge yang tanpa saddle. Setiap pasang senar distem menurut unison tapi kadang-kadang disetem secara oktaf.

Chittarra Battente adalah instrumen yang menggunakan senar kawat dan mempunyai soundboard yang sudutnya dibuat ke belakang body. Populer di tahun 1500an dan menggunakan fret permanen dari besi.

Bandora merupakan variasi dari cittern dengan bagian body belakang yang rata dan berbentuk mirip dengan A-Style mandolin.

Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Baroque Guitar muncul pada awal abad ke-17. Gitar ini menggunakan senar nilon, mempunyai body yang panjang dan slim dengan bagian atas dan bawah yang sama besarnya. Tuning headnya dibuat dari kayu dan dipasang seperti pada gitar klasik. Fretnya apakah terbuat dari kayu, metal ataupun gading adalah permanen.

Semua instrumen yang tersebut diatas kebanyakan mempunyai fingerboard yang sama tingginya dengan soundboardnya. Fingerboard yang dinaikkan seperti sekarang ini belum ada sampai dengan adanya Parlor Guitars.

Six String Guitar gitar yang sebenarnya, belum berkembang sampai dengan tahun 1750.

Parlor Guitars sangat mirip dengan Baroque Guitar dengan perkecualian bahwa tuning untuk Parlor Guitars biasanta lebih mekanikal. Kira-kira setelah 1820, bagian bawah body dibuat lebih besar dari bagian atasnya. Gitar ini mirip dengan Washburn tahun 1887.

Gitar klasik modern yang kita lihat sekarang ini belum berkembang sampai tahun 1840 di Spanyol.

Artikel ini merupakan ringkasan dan terjemahan. Untuk jelasnya click di
sini

DOWNLOAD DARI YOUTUBE

Banyak teman-teman yang kesulitan dalam mendownload file-file dari Youtube. Berikut ini saya akan memberikan panduan singkatnya dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Buka www.youtube.com

  2. Ketikkan judul file yang anda inginkan. Sebagai contoh, saya akan mendownload file video milik teman saya bernama Andy Owen dengan lagu berjudul Road To Glory.
    Download dari Youtube



  3. Setelah judul file ditemukan, klik pada judul tersebut.
    Download dari Youtube



  4. Setelah file ditampilkan, copy link yang disediakan.
    Download dari Youtube



  5. Setelah itu bukalah www.keepvid.com, kemudian paste link tersebut di tempat yang telah disediakan. Rubah ketentuan 'Any Site' menjadi Youtube, kemudian klik 'Download'.
    Download dari Youtube



  6. Keepvid.com akan memproses perintah dari anda untuk beberapa saat, kemudian download dari link yang disediakan.
    Download dari Youtube



  7. Setelah selesai mendownload, rubah nama file dengan ekstensi .flv
    Download dari Youtube



    Anda membutuhkan Flash Player untuk dapat menyaksikan tayangannya. Silahkan KLIK link ini http://www.wimpyplayer.com/resources/Wimpy_FLV_Player.zip

Mengenal Dunia Gitar Klasik

Pengantar


Gitar adalah alat musik yang paling terkenal di seluruh dunia. Alat musik ini dimainkan dengan cara yang berbeda-beda menurut tipe atau jenisnya. Di antara sekian banyak tipe gitar, jenis gitar klasik adalah salah satu alat musik yang digunakan terutama untuk membawakan karya-karya solo musik klasik. Untuk memperoleh deskripsi umum tentang gitar klasik marilah kita simak sejarah, konstruksi, teknik permainan, sistem pendidikan, dan pemain-pemainnya.

Sejarah singkat

Kata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada kira-kira tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur. Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani dan enam abad kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow, 1970:54-55). Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke Spanyol dan bertransformasi menjadi: (1) guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi, dan (2) Guitarra Latina untuk memainkan akor. Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol (Summerfield, 1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua model gitar dari Romawi tersebut, bangsa Spanyol kemudian membuat alat musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol sementara alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-negara Eropa Barat dan menyaingi popularitas vihuela di Spanyol. Di Eropa al ud disambut dengan baik dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara itu vihuela berkembang terus menjadi berbagai macam gitar selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi gitar klasik yang digunakan pada saat ini.

(pembahasan khusus mengenai awal mula gitar silahkan KLIK DISINI.


Konstruksi Gitar Klasik

Bagian-bagian gitar Tubuh gitar klasik terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, leher dan badan. Pada bagian kepala terdapat mesin penala dawai. Dawai gitar yang berjumlah enam utas masing-masing diikatkan pada enam buah pasak yang merupakan bagian dari mesin penala. Bagian leher terdapat di antara kepala dan badan. Bagian muka leher yang masuk hingga kira-kira seperempat papan muka dari badan gitar, merupakan papan jari yang memiliki 19 pembatas dari logam yang dikenal dengan sebutan fret. Fungsinya adalah untuk memproduksi tingkat ketinggian nada yang berbeda dengan jalan menempatkan jari-jari pada ruang-ruang di antara logam-logam fret. Bagian badan gitar berfungsi sebagai tabung resonator untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan oleh getaran dawai. Papan muka pada badan gitar yang bahan kayunya lebih tipis dibanding papan belakang dan samping, disebut juga sebagai papan suara. Pada papan suara terdapat lobang suara untuk mengeluarkan hasil produksi bunyi. Pada dasarnya bunyi gitar dihasilkan oleh getaran dawai-dawai yang terentang di antara batang penyanggah dawai yang merupakan pembatas antara kepala dan leher (disebut nut) dengan gading pembatas (disebut bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas papan suara (disebut base).


Teknik Umum Permainan Gitar

Teknik umum yang digunakan dalam membawakan gitar klasik meliputi cara memegang dan cara memainkan. Gitar dipegang dengan pertolongan footstool, yaitu alat penyanggah kaki yang dapat diatur tingkat ketinggiannya. Dalam keadaan duduk di atas kursi tanpa lengan, kaki kiri menginjak footstool sementara gitar diletakkan di atas paha kiri. Dalam posisi ini, di samping bagian atas paha kiri, ada tiga tempat lain pada tubuh pemain yang menahan kemantapan posisi gitar:
(1) bagian dada,
(2) titik tumpuan lengan kanan di antara pergelangan dan sikut, dan
(3) bagian dalam paha kanan.

Dalam kurun waktu sekitar lima tahun terakhir telah diproduksi berbagai alat lain sebagai alternatif dari footstool seperti misalnya guitar rest oleh Wolf Orchestral Accessories, dan A Frame™ oleh Sageworks – keduanya buatan Amerika. Dengan peralatan baru semacam ini kaki kiri dapat tetap menginjak lantai sehingga pemain merasa lebih rileks dan berkonsentrasi terhadap musik yang sedang dibawakan.

Apoyando Dawai-dawai gitar dipetik oleh jari-jari tangan kanan dengan dua cara. Yang pertama disebut apoyando (diambil dari bahasa Spanyol) yang dilakukan dengan petikan jari yang gerakannya berhenti ketika menyentuh dawai berikutnya di atas dawai yang sedang dipetik. Teknik ini akan memproduksi sebuah nada tunggal yang berat atau mantap sehingga penggunaannya yang lebih tepat untuk membawakan melodi. Teknik yang kedua disebut al ayre yang diterapkan dengan cara menghindari dawai berikutnya di atas dawai yang dipetik. Petikan ini menghasilkan suara yang ringan dan memungkinkan jari-jari untuk membunyikan beberapa nada secara simultan. Dengan demikian petikan al ayre lebih sering digunakan untuk membawakan bagian-bagian akor (chordal passages) dan arpeggio (broken chord).

Tingkat ketinggian nada (pitch) diproduksi dengan dua cara dan kombinasi di antara keduanya. Cara pertama adalah sebagaimana telah disinggung dalam pembahasan tentang fingerboard dimuka, ketinggian nada-nada dihasilkan dengan cara menempatkan jari-jari kiri pada petak-petak fingerboard dengan gerakan horizontal. Cara kedua adalah dengan petikan jari-jari tangan kanan yang melintasi keenam dawai secara vertikal. Dawai gitar teratas memiliki tingkat ketinggian nada yang paling rendah, demikian secara berurutan ke bawah memiliki tingkat ketinggian yang lebih tinggi. Dengan demikian, pada cara pertama tingkat ketinggan nada diproduksi dengan gerakan ke kiri untuk memperoleh nada-nada rendah dan ke kekanan untuk nada-nada atas. Sedangkan pada cara yang kedua gerakan jari keatas untuk menghasilkan nada-nada yang rendah dan ke bawah untuk menghasilkan nada-nada yang tinggi.


Sistem Tingkat Ketrampilan Gitar Klasik

Hingga saat ini dalam pendidikan musik terdapat berbagai sistem tingkat ketrampilan gitar klasik (grading system) dengan konsep yang kurang lebih sama secara umum di seluruh dunia. Di antara perbedaan-perbedaan yang ada biasanya terjadi pada penggunaan repertoar untuk tingkat-tingkat tertentu. Pada saat ini grading sistem diterapkan secara murni oleh badan-badan penguji musik internasional, misalnya Yamaha Music Foundation (Jepang), Australian Music Examination Board (AMEB), Associated Boards of School of Music (Inggris) dan Trinity College (Inggris). Walaupun demikian sistem tingkat ketrampilan tersebut diterapkan secara berbeda di perguruan tinggi tergantung dari program studi yang diambil.

Secara umum tingkat-tingkat ketrampilan untuk gitar (demikian pula untuk alat musik lain) dapat dipisahkan ke dalam tiga kelommpok yaitu tingkat bawah (lower), tingkat atas (higher), dan tingkat diploma. Untuk pemula ditempatkan pada istilah-istilah tingkat yang berbeda seperti tingkat preliminary (AMEB), Initial (Trinity), dan fundamental (Yamaha). Tingkat ketrampilan bawah umumnya mulai dari grade 1 hingga 4 yang kemudian dilanjutkan pada tingkat ketrampilan atas dari grade 5 hingga 8. Tingkat diploma tersusun secara bervariasi, misalnya, AMEB menyediakan tiga tingkatan diploma sementara Performance Certificate yang disediakan Trinity Collge kira-kira setingkat dengan diploma pertama AMEB.


Musik Gitar

Musik solo untuk gitar klasik secara teknis dapat dibedakan kepada dua jenis komposisi asli untuk gitar dan hasil adaptasi dari alat musik lain. Hingga saat ini ada dua macam komposisi untuk gitar, yang pertama ialah yang ditulis oleh komponis gitar dan yang kedua oleh komponis non-gitar. Walaupun umumnya para komponis gitar pada paruh kdua abad ke-19 adalah juga gitaris yang handal, sejak permulaan abad ke-20 banyak komponis umum (non-gitar) tertarik untuk menulis komposisi asli untuk gitar. Sebagai contoh komposisi asli yang ditulis oleh komponis gitar misalnya karya-karya dari Fernando Sor, Francisco Tarrega. Sedangkan yang ditulis oleh komponis non-gitar misalnya dari Frederico Torroba, Joaquin Rodrigo, dan Manuel de Falla.

Dalam rangka memperkaya repertoar para gitaris telah banyak melakukan upaya penulisan transkripsi untuk gitar dari instrumn-instrumen lain. Francisco Tarrega (1852-1909) diyakinin sebagai gitaris dan juga komponis pertama dalam upaya ini. Sebagai hasilnya berbagai karya besar yang pernah ditulis pada masa itu dan masa-masa sebelumnya seperti dari komponis J.S.Bach, Mozart dan Beethoven, sejak saat itu menjadi bagian dari repertoar gitar.


Pemain-pemain Gitar Klasik Terpenting

Andres Segovia Hingga saat ini terdapat cukup banyak gitaris-gitaris klasik dari berbagai belahan dunia. Di antaranya yang paling terkenal ialah gitaris-gitaris legendaris dan berkaliber dunia yaitu :
- Andres Segovia (1893-1987)
- Julian Bream (1933 ~)
- John Williams (1941 ~)
- K. Yamashita (1961 ~)
- Sigfried Behrend (1933-1991)
Di antara mereka, Segovia adalah yang terpenting karena jasanya yang besar dalam perkembangan gitar masa depan gitar klasik sejak awal abad ke-20. Dengan usahanya yang amat produktif dan kreatif beliau telah membawa gitar menjadi sebuah alat musik solo standar di samping piano. Kerjasamanya dengan para musisi dan komponis non gitar telah menyebabkan suatu perkembangan yang drastik pada repertoar gitar. Sejak itu gitar tidak lagi melulu dimainkan solo atau ensambel bersama gitar lain, namun sebagai solois dalam orkestra dan musik kamar. Hampir semua gitaris terkemuka di abad ke-20 termasuk yang telah disebutkan dimuka, lahir dari masterklas-masterklas Segovia.


Penutup

Jadi dibandingkan dengan jenis gitar yang lain, gitar klasik memiliki perkembangan historis yang lebih panjang dan rumit. Karena akhirnya gitar klasik berkembang secara terpisah dari gitar-gitar yang lain, bukan hanya karaketristiknya yang berbeda tapi juga musiknya yang senantiasa didiskusikan dalam arus besar musik klasik. Satu kelemahan gitar klasik dibandingkan dengan alat musik lain ialah volumenya yang paling lemah. Kemiripan karakteristik gitar dengan piano tentu saja telah membuat alat musik ini kalah kuat dan produktif dibanding piano. Satu hal lagi tentang kelemahan gitar ialah bahwa gitar tidak akan pernah menjadi anggota standar orkestra, kecuali sebagai solois. Betapapun juga keunikan gitar telah menciptakan suatu komunitas khusus di seluruh dunia dimana anggota-anggotanya berkomunikasi melalui berbagai festival dan kompetisi internasional, konser-konser, internet, berbagai jurnal gitar, dan rekaman-rekaman. Terlebih penting yang perlu dipertimbangkan ialah bahwa gitar klasik adalah sebuah alternatif instrumen solo yang lebih mudah untuk dipindah-pindahkan (mobile) dan murah di banding piano.


Sumber Tulisan:
- Bellow, Allexander. 1970. The Illustrated History of the Guitar. New York: Colombo Publication.
- Bobri, Vladimir. 1972. The Segovia Tehnique. New York: Macmilan Co.
- Sloane, Irving. 1984. Classical Guitar Construction. New York: Sterling Publishing Co.
- Summerfield, Maurice J. 1982. The Classical Guitar: Its Evolution and its Players since 1800. Gateshead, Tyne and Wear: Ashley Mark Pub. Co.
- Turnbull, Harvey. 1974. The Guitar from the Renasissance to the Present Day. New York: C. Scribner’s Son.

RENTAL STUDIO

Berikut adalah list studio yang ada di Indonesia.

Anda mengetahui rental studio yang tidak terlisting di sini? Atau Anda mengetahui merk-merk perlengkapan yang disediakan studio tsb? Atau ingin menambahkan info lainnya? Silakan Anda kirim Nama Studio tsb, foto studio, Merk-merk Gitar Yang Tersedia (buatan mana jika ada), Alamat Studio, Nomor Telephone atau Info lainnya. Silakan kirim ke kami.

Untuk mendukung Gitaris.com, beritahu Anda menemukan studio mereka di website Gitaris.com! Terima kasih!

JAKARTA:

  1. ARLET
    Harga Sewa: Rp.20.000/jam
    Harga rekaman demo live: Rp.50.000/2 jam
    Alamat: Jl.Tebet Barat V No.12 (dekat SMU 26)
    Phone: 8296762
    Luas: 3 x 5 meter
    Amplifier Gitar dan Bass: Fender, Marshall dan Peavey
    Drum: Tama
    Keyboard: Roland XP
    Monitor Vocal: Crate
    Mixer: 16 channel merk Behringer dan power Peavey CS 800

  2. ASPA STUDIO
    Harga Sewa Studio: Rp.25.000/1 jam atau Rp.20.000/1 jam for member.Buka 24 jam
    Harga Rekaman Demo Rp.150.000/3 jam
    Alamat: Jl. Dahlia No.2 RC Veteran Bintaro, Jaksel
    Phone/Fax: 7358946
    Luas: 5 X 5 meter
    Gitar: Jackson, Washburn & Ibanez
    Amplifier Gitar: Marshall JCM900 Anniversary Series, Crate GT80DSP Tube Mosfett, Laney Hardcore HCM120R
    Bass: Ibanez SDGR 5 Strings
    Amplifier Bass: Valhalla Rumble 200 Head & Cabinet
    Drum: Tama & Sabian Cymbals
    Keyboard: Roland EM30 & Korg M1
    Amplifier Keyboard: Laney KC50
    Monitor Speaker: 4 bh speaker 15" McKenzie
    Perlengkapan Rekaman: M-Audio Delta 1010, Alesis MK2, Behringer B2, Shure & Nuendo
    Fasilitas Lain: Warnet/game station 24jam, Video Shooting & Editing (Video Clip,Profile Band,Commercials dll)
    Website: www.aspastudio.com

  3. BASS
    Harga Sewa: Rp.350.000/3 jam
    Alamat: Jl.Pakubuwono 6
    Phone: 7250476
    Luas: 6,5 x 5 meter
    Amplifier Gitar: Marshall JCM 900 (Head + Cabinet), Peavey 5150 (Head + Cabinet), Fender Stage 160 Combo dan Trace Elliot untuk gitar akustik.
    Amplifier Bass: Trace Elliot dan cabinet Mesa Boogie
    Drum: Tama
    Keyboard: Roland RD500 dengan 2bh amplifier Peavey KB300
    Monitor Speaker: Bose dan Peavey
    Mixer: DiAmp 32 channel

  4. BOS STUDIO
    Harga Sewa: Rp.120.000/3 jam (buka dari jam 9.00-24.00, minggu buka)
    Harga Rekaman 24 Track : 450.000,-/shift (6 jam)
    Alamat: Komplek Perkantoran Tanjung Barat, Blok B1-16 Ps. Minggu
    Phone: 788 31616 - 788 37719
    Luas: 6.5
    Gitar: Ibanez
    Amplifier Gitar: Marshall, Hughers n Kettner
    Bass Gitar: Gallien Krueger
    Drum: Pearl Pro GLX
    Keyboard: Roland JV90 dan Korg Triton
    Mic: Seinhesser
    Mixer: Mackie 32.4

  5. BOSARITA
    Harga Sewa: Rp.85.000/3 jam, Rp.75.000/2 jam atau Rp.40.000/1 jam
    Harga rekaman demo live: Rp.2.500/kaset
    Alamat: Jl.RS.Fatmawati Raya No.27 C
    Phone: 7660990
    Luas: 4,5 x 5 meter
    Gitar dan Bass: Fender
    Amplifier Gitar: Mesa Boogie Mark IV
    Amplifier Bass: Trace Elliot AH400 SMX
    Drum: DW Collector Edition
    Keyboard: KORG Trinity Pro X dan Roland G-800 dgn amplifier Peavey KB-A30
    Mixer: Soundcraft Spirit Live 8 MK II

  6. CALISTA MUSIC STUDIO
    Alamat: Jl. Margonda Depok (seberang rumah makan padang Sederhana)
    Phone: TB 0856 7028824
    Luas: sekitar 8m x 10m
    Amplifier Gitar: 2 Peavey Combo Special 112
    Amplifier Bass: Peavey
    Drum: Premier
    Gitar: Epiphone Les Paul, Cort, Fender Stratocaster
    Bass: Fender Jazz Bass

  7. CAPRICORN
    Harga Sewa: Rp.30.000/jam atau Rp.50.000/2 jam atau Rp.60.000/3 jam
    Harga rekaman demo live: Rp.60.000/2 jam
    Alamat: Jl.Ciputat Raya No.16
    Phone: 7251263
    Luas: 5 x 5 meter
    Gitar: Washburn dan Fender
    Bass gitar: Washburn XB-200 dan Fender Jazz 5 senar
    Drum: Phil Collins Series


  8. CK MUSIC STUDIO n' RECORDING
    Alamat: Jl. Taman Bendungan Jatiluhur II/10, Bendungan Hilir
    Phone: 021-5703290
    Harga Sewa: Rp 25.000/jam/underground Rp 35.000/jam
    Harga Live Recording: Rp 25.000
    Track Recording: Rp 300.000/shift (6 jam)
    Drum : Pearl
    Keyboard : Rolland EM 55
    Amplifier Guitar : Marshall, Laney
    Mixer : Mackie 16 channel, Carvin 24 channel
    Soundcard : Presonus
    Speaker : Bluesky

  9. C-PRO MUSIC STUDIO
    Alamat: Jl. Manggarai Selatan IX/55, Bukit Duri, Tebet - Jakarta 12840
    Harga Sewa: Rp 75.000/shift
    Phone: 021-8297146

  10. DHANAS STUDIO
    Harga rekaman track: Rp. 300.000/6 jam
    Harga rekaman semi track: Rp. 100.000 / jam(CD)
    Harga rental: Rp. 75.000/3 jam
    Alamat: Rawamangun Jakarta timur
    Phone: 021-4718575
    Piranti Rekam: MOTU HD-192
    Gitar: Ibanez PGM,Fender stratocaster
    Amp gitar: Marshall jcm 2000 TSL, Legacy, 5150 (all H+K)
    Bass gitar: Warwick+Status
    Amp bass: Gallien krueger (H+K)
    Effect: Korg AX-1500 G, POD line-6
    Drum: DW Collector & Pearl master Custom (semua 2 tom+ 2floor)
    Keyboard: Roland RD-700, Roland XP-80
    Amp Keyboard: Fender Sfx-200




  11. DTSOUND
    Harga Sewa Studio: Rp.140.000/3 jam, Rp.100.000/2 jam atau Rp.60.000/1 jam
    Harga rekaman demo live: Rp.250.000/3 jam
    Alamat: Golden Plaza Blok C5-6, Jl.Fatmawati Raya, Jaksel
    Phone: 7656049
    Luas: 9 x 8 meter
    Gitar: Fender, Yamaha & Charvel
    Amplifier Gitar: Peavey 5150 & Roland
    Bass: Aria Pro
    Amplifier Bass: Marshall
    Drum: Sonor Performer
    Keyboard: Roland XP 80 & RD 600
    Amplifier keyboard: Roland KE 500
    Monitor: 4bh speaker Crate
    Perlengkapan Rekaman: Roland Digital Studio Work Station
    Mixer: Mackie 24 Channel SR24/4

  12. DYNASTY
    Harga rekaman demo live: Rp.50.000/2 jam
    Harga rental: Rp.20.000/jam
    Alamat: Jl.Kerja Bhakti No.1A
    Amplifier: Russel
    Drum: Pearl
    Keyboard: Roland XP
    Monitor Vokal: Crate
    Mixer: 16 channel merk Behringer dan power Peavey CS 800


  13. ERAMONO (PANGLIMA POLIM STUDIO)
    Harga Sewa: Rp.100.000/3 jam (buka dari jam 9.00-21.00, minggu buka)
    Harga rekaman demo live: Rp.130.000/3 jam
    Alamat: Jl.Panglima Polim III No.93 Jaksel
    Phone: 7208841
    Luas: 8 x 7 meter
    Gitar: Ibanez
    Amplifier Gitar: Marshall dan Fender
    Bass gitar: Peavey
    Drum: Yamaha
    Keyboard: Roland XP100 dan Korg D-70
    Mic: Shure 3bh
    Mixer: 16 channel, SPX 90 Yamaha dan power Peavey C 800

  14. ETNIC STUDIO
    Alamat: BEARLAND.JAK TIM
    Gitar: Fender stratocoster,ibanez js series
    Amplifier: All Marshall
    Bass gitar: Yamaha attitude series
    Drum: Tama swing star
    Effect: boss,zoom gfx-8
    Mic: Shure


  15. GAZEBO MINI MUSIK (STUDIO 1)
    Harga rental: Rp 20.000 / jam
    Alamat: Jl rambutan no.12 Rt3/16 condet. cililitan. (Diseberang jl.Budaya / Jl.Olah raga II. Satu tempat dgn Condet GYM)
    Phone: 021-80877845
    Gitar: ibanez Gio
    Amp gitar: Laney MXD 120 head&cab , Laney HCM 65R
    Bass gitar: Samick
    Amp bass: Peavey TKO 115s
    Effect: Boss auto wah
    Drum: Drum Tama Swingstar Double Floor tom
    Keyboard: Yamaha Psr 620
    Mic: Shure SM58


  16. GAZEBO MINI MUSIK (STUDIO 2)
    Harga rental: Rp 25.000 / jam
    Alamat: Jl rambutan no.12 Rt3/16 condet. cililitan. (Diseberang jl.Budaya / Jl.Olah raga II. Satu tempat dgn Condet GYM)
    Phone: 021-80877845
    Gitar: Ibanez GAX, Epiphone Emily, ibanez accoustik, ovation celebrity accoustic
    Amp gitar: laney TFX3 Head & cab, laney accoustik LA65C, Laney MXD120R
    Bass gitar: Ibanez GSR, brunswick accustik bass
    Amp bass: Peavey TKO 115S Pro Series
    Mixer: Crate audio Cmx42P
    Drum: Tama Rockstar, Cymbal Zildjian
    Keyboard: Korg X5D
    Mic: Shure SM58


  17. GEDHANG'S RECORDING STUDIO
    Harga rekaman track: Rp.350.000/6 jam
    Alamat: Jln. Kemuning blok L5 no. 3 Komplek Larangan Indah, Ciledug, 15154
    Phone: (021) 70672925, HP 08158109430
    Gitar: Gibson Les Paul, Fender Telecaster, Fender Stratocaster, J&D, J&D akustik electric
    Amplifier Gitar: Amplifier Marshall AVT 2000, Behringer
    Bass gitar: Fender Jazzbass, J&D
    Amplifier Bass: Ampeg
    Drum: Drumset Ludwig, Cymbal 802 series
    Keyboard: Keyboard Roland XP
    Amplifier Keyboard: Peavey KB 300
    Mic Vokal: Behringer, Shure SM 58
    Mic Drum: Yoga & Shure SM 58
    Mic Preamp: DBX
    Monitor Speaker: Auratone
    Recording Equipment: Roland VS-2480CD, Steinberg Nuendo, Propellerhead
    Reason for MIDI recording, Line6 Guitar Port for direct recording
    Editing tools: Steinberg Nuendo & Celemony Melodyne for vocal editing


  18. G'GIFT MUSIC STUDIO
    Harga rekaman track: Rp.250.000/5 jam
    Harga rekaman semi track: Rp.150.000/2 jam
    Harga rental: Rp.20.000/jam
    Alamat: Komp.Tmn Alfa Indah H2 No26 petukangan utara-jakarta selatan
    Phone: (021) 5857107
    Gitar: Ibanez GAX70, Squier infinity strat
    Amplifier: Marshall & Laney amplifiers
    Bass gitar: Cort B5 (5string), Samick (4string), Washburn (4string)
    Drum: Pearl Export series, Stagg&Zildjian cymbals
    Keyboard: Roland PSR740
    Mic Vokal: Shure-Behringer-Superlux

    lebih lanjut silahkan hubungi ggiftstudio2002@yahoo.com
  19. LEGEND
    Harga Sewa: Rp 85.000 per 3 jam
    Harga rekaman demo live: Rp50.000/1 jam + CD
    Harga rekaman track: Rp 300.000/Shift(5 jam)
    Alamat: Taman meruya Ilir blok A 11 no 7, Jakarta Barat
    Phone: 021-5842264/08569899533(Yurie)/08129934696(Ijoel)
    Gitar: Fender Stratocaster,Epiphone,peavey T60
    Amplifier Gitar: Marshall JCM(h+c),Crate(vintage Tube 3 x 12\")
    Bass gitar: washburn 5 string, peavey T60
    Amplifier Bass: Valhalla (H+C), SWR workingman 2004(H+C)
    Drum: yamaha Maple custom 1 set
    Keyboard: Korg Trinity
    Monitor Vocal: JBL R838, Speaker monitor Peavey, Speaker Biema
    Mixer: Fane 24 channel, behringer eurorack UB2442FX 16 channel
    Others: Compressor behringer MDX2200, Equalizer peavey EQ27, vocal effect Roland SRV 330, Power roland RSA 2400, Power live 1400.

  20. NAYADA KANCA
    Harga Sewa Studio 1,2 & 3: Rp.75.000/3 jam, Rp.65.000/2 jam atau Rp.40.000/1 jam
    Harga Sewa Studio 4: Rp.150.000/3 jam, Rp.120.000/2 jam atau Rp.75.000/1 jam
    Harga rekaman demo live: Rp.20.000/jam
    Alamat: Komplek Plaza Golden Blok G-19, Jl.RS.Fatmawati No.15 Jaksel
    Phone: 7508948
    Luas: 3,5 x 5 meter, 4,5 x 5 meter
    Gitar dan Bass: Fender
    Amplifier Bass: Fender & Marshall
    Drum: Tama dan Pearl
    Keyboard: Roland & Korg X3
    Mixer: 16 channel, Powermixer XR 800 D

  21. POSTER STUDIO
    Harga Sewa: Rp.20.000/jam
    Demo live: Rp.20.000/jam
    Alamat: Jl.SMEA VI No. 27 Cawang
    Phone: 8001159
    Luas: 4 X 4 meter
    Gitar: Fender & Ibanez
    Amplifier Gitar: Marshall Valvestate 2000(Head + Cabinet), Fender Band Master(Head + Cabinet).
    Amplifier Bass: Crate BX220 Head + cabinet Marshall
    Drum: Premier
    Keyboard: Yamaha PSR, amplifier Roland KC500
    Monitor Speaker: Peavey
    Mixer: 32 channel

  22. PLANET MUSIC STUDIO
    Track Recording : Rp.300.000/6 jam
    Address : Ruko Citywalk 1/16 Citra Gran - Cibubur
    Phone : 021-93118119
    Guitar : Epiphone, Ibanez, Jackson
    Guitar Amplifier : Line 6, Laney, Ibanez
    Bass : Ibanez
    Bass Amplifier : Gallien Krueger
    Drum : Tama & Sabian Cymbals
    Keyboard : Korg
    Keyboard Amplifier : Peavey
    Recording Equipment : Echo Layla 3G, Phonic Monitor Speaker, Phonic Mixer - Pre Amp Vocal - Equalizer - Compressor, Behringer - Shure - Senheiser, FX Guitar Korg - Zoom Software : Cubase Fasilitas Lain : Internet Cafe + Billiard Resto

  23. PURIMUSIK STUDIO
    Harga Sewa studio 1: Rp.50.000/1jam, Rp.90.000/2jam, Rp.120.000/3jam.(Buka jam 10:00 - 03:00)
    Harga Sewa studio 2: Rp.35.000/1jam, Rp.60.000/2jam (Buka jam 10:00 - 22:00)
    Harga rekaman demo live: Rp.60.000/jam
    Harga rekaman track: Rp Rp.180.000/3jam
    Alamat: Jl. Puri Sakti I No.25A, Cipete Selatan - JKT 12410
    Phone: 7658023, 75909733
    Gitar: Ibanez, Fender, Squier, Epiphone
    Amplifier Gitar: Marshall, Laney
    Bass gitar: Ibanez, Squier, Aria
    Amplifier Bass: Laney, Valhalla
    Drum: Mapex, Tama, Sabian Cymbals
    Keyboard: Roland, Korg
    Monitor Vocal: Laney
    Piranti Rekam: ST Audio, Cakewalk Sonar

  24. SEWU
    Harga Sewa: Rp.80.000/3 jam
    Harga rekaman demo live: Rp.170.000/3 jam
    Alamat: Jl.Hang Jebat 2 No.37, Kebayoran Baru, Jaksel
    Phone: 7204172
    Luas: 4 x 3 meter
    Gitar: 2bh Fender Stratocaster, Ibanez Roadstar
    Amplifier Gitar: Marshall dan Tube 50
    Bass gitar: Audio Pro
    Amplifier Bass: Crate
    Drum: Pearl
    Keyboard: Roland BR 8
    Monitor Vocal: Crate (type Audio Control)


  25. STUDIOLAND RECORDING
    Harga Sewa: Rp.250.000/6 jam
    Harga Rekaman Demo Live: Rp.125.000/3 jam
    Alamat: Jl.Ciliwung No.52 Cililitan
    Phone: 8091705 08161443909
    Gitar: Ibanez dan Fender
    Amplifier Gitar: Marshall, Peavey, Laney
    Bass Gitar: Palmer
    Amplifier Bass: Trace Elliot
    Drum: Pearl
    Keyboard: Korg X5d
    Mixer: Behringer ddx3216 Digital, 32 Channel
    Perangkat Rekaman: Nuendo


  26. VIM
    Harga Sewa: Rp.150.000/3 jam (minggu tutup)
    Harga rekaman demo live: Rp.350.000/6 jam
    Alamat: Jl.Prapanca Raya 115
    Phone: 7229234
    Gitar: Epiphone dan Godin
    Amplifier Gitar: 2 bh Marshall JCM 900 Combo
    Bass gitar: Squier Jazz
    Amplifier Bass: Head Warwick + Mesa Boogie Cabinet
    Drum: Premier
    Keyboard: Vatar + Alesis
    Monitor Vocal: 4 mic + 8 speaker
    Mixer: Mackie 32 Channel
    Perangkat rekaman: ProTools

BOGOR:
  1. GUDANG STUDIO
    Harga rental: Rp 40.000,-/jam
    Alamat: Jl. Raya Semplak No.112
    Phone: (0251)7539557
    Gitar: Jackson Dinky Strat, Fender Strat Plus
    Amplifier Gitar: Fender ROC PRO, Fender Performer 1000
    Bass gitar: Musicman SUB
    Amplifier Bass: Ashdown ABM 300
    Drum: SONOR Double Bass Drum dan Zildjian + Chinesse Stagg
    Keyboard: Roland G-1000
    Amplifier Keyboard: Roland KC-500
    Mic: Shure SM58
    Monitor Speaker: Crate Audio


BANDUNG: B!GEST home music studio
Harga rental: Rp.17.000 / jam
Alamat: Jalan Panday no.4 Cimahi
Phone: (022) 665 27 34
Gitar: Gibson Les Paul, Ibanez
Amplifier Gitar: 3 AMP. GITAR TUBE : FULL STAGE 600WATT RMS
Bass gitar: Warwick
Drum: Pearl Export series
Keyboard: Keyboard Roland XP
Amplifier Keyboard: Peavey KB 300
Mic: SHURE, SENSHEIZER, AKG, CAROL MICROPHONE
Monitor Speaker: Auratone
Recording Equipment: SOUND VOCAL 750WATT RMS 15\", MULTI EFFECT DIGITAL & SEPERANGKAT PROCESSOR UTK RECORDING LIVE & TRACK

Panduan Setup Gitar

SETUP GITAR

Berikut ini adalah beberapa sentuhan singkat dan sederhana untuk men'setup gitar anda, agar lebih optimal untuk dimainkan, dan menghasilkan tone yang maksimal pula.

Setting Truss Rod
Truss Rod adalah sebilah besi panjang yang ditanam didalam neck gitar, untuk mengatur agak neck gitar tetap pada keadaan lurus, tidak melengkung cembung, ataupun cekung (lihat gambar)



Apabila Neck Cekung, coba untuk lebih mengencangkan truss rod neck anda.
Begitu juga sebaliknya, apabila neck cembung, coba untuk lebih mengendurkan truss rod'nya.



Setting Action Senar & Tinggi Bridge
Mensetting action senar, maksudnya mengatur jarak antara senar dengan permukaan kayu pada fretboard neck. Semakin rendah, akan semakin ringan untuk dimainkan. Tapi hati hati, terlalu rendah bisa menyebabkan fretbuzz!
Mengubah action senar berarti juga mengubah tinggi rendah bridge, karena tinggi rendah bridge juga mempengaruhi tinggi rendahnya senar. maka untuk men'set action ini, satu satunya cara adalah melalui bridge. Berikut ini adalah gambar di bagian bridge manakah yang harus diputar putar untuk mengatur tinggi rendahnya (lihat gambar)



Setting Intonasi
Bagaimana caranya mengetahui gitar anda sudah memiliki intonasi yang baik? cobalah dengans sebuah tuner.
Bunyikan salah satu senar tanpa ditekan (misalkan senar satu yang bernada E), Lalu tekanlah di fret 12 dan bunyikan lagi. Apabila Nada'nya juga tepat E, maka intonasi gitar anda sudah OK!
Tetapi apabila lebih rendah sedikit dari E, maka majukan saddle bridge kearah pickup.
Dan apabila lebih tinggi sedikit dari E, maka mundurkan saddle bridge ke lawan arah pickup
lakukan juga terhadap semua senar, sampai semuanya memiliki intonasi yang baik.

Apa itu saddle bridge? saddle adalah tempat tumpuan senar di bridge.. (lihat gambar dibawah)



Tinggi Pickup
Ketinggian pickup juga harus diatur, jangan sampai terlalu dekat dengan senar, jangan juga terlalu jauh.
Terlalu jauh dari senar akan menyebabkan gain berkurang. Sedangkan semakin Dekat Pickup dengan senar, semakin hebat gain yang dihasilkan! Tetapi jangan terlalu dekat, bisa menyebabkan senar menyentuh magnet pole pieces dari pickup, dan mengeluarkan suara yang tidak diinginkan.
Ketinggian pickup dapat diatur hanya dengan memutar kedua skrup yang ada pada pinggir masing2 pickup.


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Insurance News. Powered by Blogger